Senin, 27 Juni 2011

ISLAM DALAM TOLERANSI HIDUP BERAGAMA

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
       Pada era globalisasi sekarang ini, umat beragama dihadapkan pada serangkaian tantangan baru yang tidak terlalu berbeda dengan yang pernah dialami sebelumnya. Perbedaan agama adalah fenomena nyata yang ada dalam kehidupan, karena itu toleransi sangat dibutuhkan. Semua orang tahu bahwa agama islam adalah agama yang paling toleran terhadap pemeluk agama dan kepercayaan lain. Seseorang tidak pernah dipaksa masuk kedalam agama Islam, bila dia tidak mau. Dalam sejarah belum pernah terjadi, ada seseorang masuk Islam karena dipaksa, diancam, atau diintimidasi.Sebab dalam pandangan Islam, setiap orang wajib dihormati kebebasanya dalam menentukan jalan hidupnya.
     Kebebasan dan toleransi merupakan dua hal yang seringkali dipertentangkan dalam kehidupan manusia. Secara khusus dalam komunitas yang beragam dan akan lebih rumit ketika dibicarakan dalam wilayah agama. Kebebasan beragama dianggap sebagai sesuatu yang menghambat kerukunan tidak adanya toleransi), karena dalam pelaksanaan kebebasan mustahil seseorang tidak menyentuh kenyamanan orang lain. Akibatnya, pelaksanaan kebebasan menghambat jalannya kerukunan antarumat beragama.
    Kebebasan beragama pada hakikatnya adalah dasar bagi terciptanya kerukunan antar umst beragama. Tanpa kebebasan beragama tidak mungkin ada kerukunan antar umat beragama. Kebebasan beragama adalah hak setiap manusia. Hak untuk menyembah Tuhan diberikan oleh Tuhan, dan tidak ada seorang pun yang boleh mencabutnya.
1.2 Rumusan Masalah
 1. Apa pengertian dari toleransi hidup beragama?
 2. Apa saja manfaat toleransi dalam kehidupan antarumat beragama?
 3. Bagaimana aplikasi sikap toleransi terhadap kerukunan umat beragama?
1.3 Tujuan Penulisan
 1. Untuk mengetahui pengertian toleransi antarumat beragama.
 2. Untuk mengetahui manfaat toleransi dalam kehidupan umat beragama.
3. Dapat menerapkan sikap toleransi antarumat beragama dalam kehidupan sehari-hari.


BAB II

PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Toleransi
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, Toleransi yang berasal dari kata “toleran” itu sendiri berarti bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan), pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, dan sebagainya) yang berbeda dan atau yang bertentangan dengan pendiriannya.Toleransi juga berarti batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan.
Dalam bahasa Arab, toleransi biasa disebut “ikhtimal, tasamuh” yang artinya sikap membiarkan, lapang dada (samuha-yasmuhu-samhan,wasimaahan, wasamaahatan, artinya:murah hati, suka berderma)(kamus Al Muna-wir hal.702). Jadi, toleransi(tasamuh) beragama adalah menghargai dengan sabar, menghormati keyakinan atau kepercayaan seseorang atau kelompok lain. Kesalahan memahami arti toleransi dapat mengakibatkan talbisul haqbil bathil, mencampuradukan antara hak dan bathil, suatu sikap yang sangat terlarang dilakukan seorang muslim, seperti halnya nikah antar agama yang dijadikan alasan adalah toleransi padahal itu merupakan sikap sinkretisme yang dilarang oleh Islam/syirik. Sinkretisme adalah membenarkan semua agama.Allah SWT berfirman:
•                            

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang Telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, Karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. [189] maksudnya ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Quran. (QS.Ali Imran: 19)

2.2 Manfaat Toleransi Hidup Beragama Menurut Pandangan Islam
1. Menghindari Terjadinya Perpecahan
Bersikap toleran merupakan solusi agar tidak terjadi perpecahan dalam mengamalkan agama. Sikap bertoleransi harus menjadi suatu kesadaran pribadi yang selalu dibiasakan dalam wujud interaksi sosial. Toleransi dalam kehidupan beragama menjadi sangat mutlak adanya dengan eksisnya berbagai agama samawi maupun agama ardli dalam kehidupan umat manusia ini. Dalam kaitanya ini Tuhan telah mengingatkan kepada umat manusia dengan pesan yang bersifat universal dalam


Q.S. Asy Syura :13
        
“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada -Nya orang yang kembali.”

Pesan lainya terkandung dalam Q.S. Ali Imran : 103
                         •           
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
Pesan universal ini merupakan pesan kepada segenap umat manusia tidak terkecuali, yang intinya dalam menjalankan agama harus menjauhi perpecahan antar umat beragama maupun sesama umat beragama.
2. Memperkokoh Silaturahmi dan Menerima Perbedaan
Salah satu wujud dari toleransi hidup beragama adalah menjalin dan memperkokoh tali silaturahmi antarumat beragama dan menjaga hubungan yang baik dengan manusia lainnya. Pada umumnya, manusia tidak dapat menerima perbedaan antara sesamanya, perbedaan dijadikan alasan untuk bertentangan satu sama lainnya. Perbedaan agama merupakan salah satu faktor penyebab utama adanya konflik antar sesama manusia. Merajut hubungan damai antar penganut agama hanya bisa dimungkinkan jika masing-masing pihak menghargai pihak lain. Mengembangkan sikap toleransi beragama, bahwa setiap penganut agma boleh menjalankan ajaran dan ritual agamanya dengan bebas dan tanpa tekanan. Oleh karena itu, hendaknya toleransi beragama kita jadikan kekuatan untuk memperkokoh silaturahmi dan menerima adanya perbedaan. Dengan ini, akan terwujud perdamaian, ketentraman, dan kesejahteraan.



3. Aplikasi dalam Kehidupan
Kebersamaan hidup antara orang-orang Islam dengan non muslim telah dicontohkan oleh Rasulullah ketika beliau dengan para sahabat mengawali hidup di Madinah setelah hijrah. Rasulullah mengikat perjanjian penduduk Madinah yang terdiri dari orang-orang kafir dan muslim untuk saling membantu dan menjaga keamanan kota Madinah dari gangguan.
Orang kafir yang mengganggu, yang menyakiti dan memusuhi orang Islam disebut kafir harbi, dan orang kafir yang hidup rukun dengan orang Islam disebut kafir dzimmi. Kafir harbi adalah orang kafir yang memerangi Islam dan boleh diperangi oleh orang Islam. Kafir dzimmi adalah orang kafir yang mengikat perjanjian atau menjadi tanggungan orang islam untuk menjaga keselamatan dan keamanannya. Bila ummat Islam memiliki kekuasaan politik dalam islam (Kekhilafahan) dalam sebuah negara Islam, maka kafir dzimmi ini menjadi warga negara Islam. Sebagai kompensasi dari dzimmah, perjanjian dari tanggungan keamanannya tersebut mereka wajib membayar jizyah, pajak kepada pemerintah muslim.

BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan
1. Menghargai dan menghormati keyakinan orang lain (agama lain) untuk melaksanakan keyakinan tersebut, dengan tetap menjaga prinsip-prinsip tauhid bahwa hanya Islam yang benar.
2. Kita diperbolehkan berbuat baik kepada mereka dalam urusan duniawi, selama mereka tidak memerangi / memusuhi Islam dan tidak mengusir kita dari negeri kita.
3. Unsur-unsur yang harus dipahami dalam mewujudkan toleransi (tasamuh) ini adalah:
a. Mengakui hak setiap orang.
b. Menghormati keyakinan orang lain
c. Lapang dada menerima perbedaan
d. Saling pengertian
e. Kesadaran dan kejujuran


3.2 Saran
Toleransi dalam beragama bukan berarti kita harus hidup dalam ajaran agama lain.Namun toleransi dalam beragama yang dimaksudkan disini adalah meng- hormati agama lain. Dalam bertoleransi janganlah kita berlebih-lebihan sehingga sikap dan tingkah laku kita mengganggu hak-hak dan kepentingan orang lain. Lebih baik toleransi itu kita terapkan dengan sewajarnya. Jangan sampai toleransi itu menyinggung perasaan orang lain. Toleransi juga hendaknya jangan sampai merugikan kita, contohnya ibadah dan pekerjaan kita.


DAFTAR PUSTAKA

Buku Tim Dosen PAI, Buku Daras, “PENDIDIKAN AGAMA ISLAM”,
(Malang: PPA UB., 2007).
Internet
http://putrakrypton.blog.friendster.com/2007/12/islam-dalam-toleransi-hidup- beragama/

1 komentar:

  1. Terimakasih ya atas materinya,,
    tapi ingin di share mengenai macam-macam toleransi dan tujuan toleransi... :)

    BalasHapus