Filsafat Dan Biologi

FILSAFAT DALAM PENDIDIKAN BIOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Perkembangan sains dalam pendidikan biologi tidak terlepas dari perkembangan teknologi, politik ekonomi, sosial dan filsafat di masyarakat. Manusia dapat berpikir karena mempunyai bahasa. Dengan bahasa manusia dapat memberi nama kepada segala sesuatu yang ada di alam semesta, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Dengan demikian, segala sesuatu yang pernah diamati dan dialami dapat disimpannya,menjadi tanggapan-tanggapan dan pengalaman-pengalaman yang kemudian diolahnya (berpikir) menjadi pengertian-pengertian bermakna. Dengan singkat,karena memiliki dan mampu berbahasa maka manusia berpikir. Kita berpikir untuk menemukan pemahaman dari rasa keingintahuan kita terhadap sesuatu.
filsafat pedidikan biologi
filsafat dalam pedidikan biologi

Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Sebagai ilmu pengetahuan, biologi yang objek kajiannya tentang makhluk hidup tidak berdiri sendiri melainkan erat hubungannya dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang lain, bahkan besar peranannya bila dikaitkan dengan kebutuhan manusia. Biologi modern mampu membuka tabir rahasia alam yang banyak dijumpai dalam alam kehidupan dan sangat berguna bagi kemajuan dan kesejahteraan manusia. Peranan biologi terhadap ilmu-ilmu lain, yaitu biologi sebagai ilmu pengetahuan tentu tidak dapat berdiri sendiri melainkan berhubungan erat dengan ilmu-ilmu lain. Sifat hubungan itu kadangkala biologi merupakan sumber atau bagian terpenting, tapi sering juga berupa pelengkap dalam memahami suatu ilmu pengetahuan.
Sementara filsafat ilmu dewasa ini sangat diperlukan. Ilmu pengetahuan dan teknologi kini sangat berpengaruh terhadap kehidupan dan perkembangan masyarakat dunia. Oleh karena itu diperlukan suatu inovasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan (biologi) sehingga dapat bermanfaat dan membawa kesejahteraan bagi kehidupan manusia.
Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu yang besar, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang belum kita tahu. Pengetahuan adalah persepsi subyek (manusia) atas berbagai obyek yang ada di alam semesta tanpa penyelidikan lebih lanjut.
2. Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian Filsafat?
  2. Apa pengertian Biologi dan Pendidikan Biologi?
  3. Bagaimana Hubungan Filsafat dan Biologi?
3. Tujuan Penulisan
  1. Dapat mengetahui pengertian filsafat
  2. Dapat mengetahui pengertian Biologi dan Pendidikan Biologi
  3. Dapat mengetahui Hubungan Filsafat dan Biologi
BAB II
FILSAFAT DAN BIOLOGI

1. Pengertian Filsafat

Filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab, yang juga diambil dari bahasa Yunani, philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal darikata-kata ( philia= persahabatan, cinta)  dan ( sophia= "kebijaksanaan").  Sehingga arti harafiahnya adalah seorang pencinta kebijaksanaan. Kata filosofi yang dipungut dari bahasa  Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf".
Seorang yang berfilsafat dapat diumpamakan seorang yang berpijak di bumi sedang tengadah ke bintang-bintang. Dia ingin mengetahui hakikat dirinya dalam kesemestaan galaksi. Atau seorang, yang berdiri di puncak tinggi, memandang ke ngarai dan lembah di bawahnya. Dia ingin menyimak kehadirannya dengan kesemestaan yang ditatapnya. Ada beberapa karateristik berfikir filsafat yaitu:
  1. Sifat menyeluruh, seorang ilmuwan tidak puas lagi mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Dia ingin melihat hakikat ilmu dalam konstelasi pengetahuan yang lainnya. Dia ingin tahu kaitan ilmu dengan moral. Kaitan ilmu dengan agama. Dia ingin yakin apakah ilmu itu membawa kebahagiaan pada dirinya.
  2. Sifat mendasar, seorang yang berfikir filsafat selain tengadah ke bintang-bintang juga membongkar tempat berpijak secara fundamental. Dia tidak lagi percaya begitu saja bahwa ilmu itu benar. Namun harus memulai dari satu titik yang awal yang benar sekaligus titik akhir yang benar.
  3. Sifat spekulatif, yakni tafsiran atau dugaan yang tidak didasarkan pada kenyataan sebenarnya. Berfilsafat didorong tidak hanya untuk mengetahui apa yang telah kita tahu, tetapi juga apa yang kita belum tahu. Bahkan setelah kita menetapkan titik awal yang menjadi jangkar pemikiran yang mendasar, kita tidak yakin akan hal itu. Dalam hal ini kita hanya berspekulatif. Dan ini suatu dasar yang tidak bisa diadakan namun hal ini tidak bisa dihindarkan.
Yang penting adalah bahwa dalam prosesnya, baik dalam analisis maupun pembuktiannya, kita bisa memisahkan spekulasi mana yang bisa diandalkan dan mana yang tidak. Dan tugas utama filsafat adalah menetapkan dasar-dasar yang dapat diandalkan. Sekarang kita sadar bahwa semua pengetahuan yang sekarang dimulai dengan spekulasi. Dari serangkaian spekulasi ini kita dapat memilih buah pikiran yang dapat diandalkan yang merupakan titik awal dari penjelajahan pengetahuan (Suriasumantri, 2007:22).
Harold H. Titus (1979 ) memberi pengertian: 
  1. Filsafat adalahsekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi; 
  2. Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan, 
  3. Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian (konsep); Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.

2. Pengertian Biologi 

Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘bios’ yang artinya hidup dan ‘logos’ yang artinya ilmu. Jadi, biologi adalah ilmu yang mempelajari sesuau yang hidup beserta masalah-masalah yang menyangkut kehidupan. Obyek kajian biologi sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup. Karenanya dikenal berbagai cabang ilmu biologi yang mengkhususkan diri pada kajian tertentu yang lebih spesifik, di antaranya anatomi, anastesi, zoologi, botani, bakteriologi, parasitologi,ekologi, genetika, embriologi, entomologi, evolusi, fisiologi, histologi, mikologi,mikrobiologi, morfologi, paleontologi, patologi, dan lain sebagainya.
Aristoletes (384-322 SM) adalah seorang ilmuwan dan filosof Yunani yang dipercayai sebagai perintis ilmu biologi. Ia telah mempelajari tentang 500 jenis hewan dengan sistem klasifikasinya, hal ini memberi pengaruh yang besar pada pemikiran dalam perkembangan ilmu-ilmu biologi (Salam, 1997). Hubungan biologi dengan filsafat ilmu pengetahuan adalah dengan adanya filsafat ilmu pengetahuan yang mengkritisisasi dan memikirkan efek-efek ilmu biologi dan perkembangannya bagi pengetahuan manusia dan dampaknya pada refleksi etis tentang berbagai problema serta akses pemanfaatannya dalam kehidupan manusia, maka biologi dapat bermanfaat secara efektif dalam kehidupan umat manusia. Atau dengan kata lain, filsafat ilmu merupakan kajian secara mendalam dan spesifik tentang hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah), seperti obyek apa yang dikaji ilmu, bagaimana cara memperoleh ilmu, bagaimana ilmu digunakan, bagaimana kaitan penggunaan ilmu dengan kaidah-kaidah moral kehidupan.Ilmu biologi banyak berkembang pada abad ke-19, dengan ilmuwan menemukan bahwa organisme memiliki karakteristik pokok. Biologi kini merupakan subyek pelajaran sekolah dan universitas di seluruh dunia, dengan lebih dari jutaan makalah dibuat setiap tahun dalam susunan luas jurnal biologi dan kedokteran. Hal ini juga mendukung perkembangan ilmu pendidikan biologi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana hubungan pendidikan dengan biologi, bagaimana cara mempelajari dan mengajarkan biologi dengan baik dan benar, baik  pada instusi pendidikan formal maupun non formal.

3. Pengertian Pendidikan Biologi

Pendidikan biologi diartikan sebagai upaya untuk membelajarkan biologi sebagai suatu ilmu pengetahuan dalam suatu pembelajaran formal di sekolah maupun nonformal dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan biologi perlu dimaknai secara luas dan mendalam, yakni bukan hanya pemahaman dalam penguasaan teori dan konsep dalam ilmunya, tetapi juga lebih dari itu yang terpenting mampu menyentuh aspek sosial yang implementasinya bisa langsung dirasakan manfaatnya dalam kehidupan. Misalnya, membelajarkan kepada anak untuk berperilaku bersih dan sehat yang peduli akan lingkungan dan menyayangi alam sekitarnya sebagai bentuk implementasi nyata pendidikan biologi.

4. Hubungan Filsafat dan Biologi

Dalam objek material filsafat sering disebut sebagai segala sesuatu yang ada dan bahkan yang mungkin ada. Hal itu berarti bahwa filsafat mempelajari apa saja yang menjadi isi alam semesta mulai dari badan-badan benda, tumbuhan (vegetativa), hewan (animalia), manusia (human), sampai pada sang pencipta (prima causa) dengan kata lain filsafat mempelajari semua mahluk dan sekaligus sang pencipta. Biologi jugamempelajari ilmu pengetahuan tentang mahluk hidup, biologi sendiri sebagai sebuah  ilmu juga merupakan hasil pemikiran yang mendalam dari filsafat yang kemudian setelah mengalami pembuktian empirik dan komprehensif, didapatlah biologi itu sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang dapat diamati, diukur dan dipertanggung jawabkan kebenaranya sampai pada batas waktu tertentu. Misalnya:
  1. Teori abiogenesis yang merupakan kehidupan dinyatakan berasal dari benda tak hidup, dan penganut teori ini (Aristoteles, Jhon Nedham, dan Antony Van Leewenhoek)
  2. Penemuan mikroskop oleh Antony Van Leewenhoek pada abad 17 membuka cakrawala untul mempelajari dan melakukan penelitian terhadap makhluk hidup sampai sekarang.
Ilmu biologi menggunakan pemikiran yang kefilsafatan, menurut Mulder digambarkan mengandung khasiat-khasiat tertentu, yaitu memiliki kemampuan mengabtraksikan pokok persoalan, bertanya terus sampai batas terakhir, beralasan dan berelasi (sistem). Hal ini dilakukan dengan  mempelajari, mengadakan pengamatan dan penyelidikan  serta menumbuhkan Sikap ilmiah dan Proses ilmiah untuk menambah pengetahuan dan keterampilannya tentang makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan serta alam sekitarnya, sehingga biologi sebagai ilmu sangat berperanan penting bagi kehidupan manusia untuk mengetahui lebih banyak mengenai diri kita dan mengenai lingkungan kehidupan kita, baik secara timbal balik maupun secara langsung tentang semua aspek kehidupan. Adapun timbal balik itu yang peran dalam kehidupan kita memberikan dampak negatif dan dampak positif. Dampak positif atau manfaatnya yaitu:
  1. Manusia sadar terhadap hidup dan kehidupan dalam lingkungan,
  2. Diciptakan bibit unggul yang ramah lingkungan,
  3. Pemanfaatan mikroorganisme dalam segala bidang.
Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan yaitu:
  1. Mengeksploitasi SDA dengan sembarangan,
  2. Penggunaan bibit unggul dan pestisida berlebihan yang akan berdampak pada biodeversitas,
  3. Penggunaan senjata biologi yang mematikan, yang akan merusak lingkungan biotik maupun abiotik.
Ilmu biologi cenderung menjadi sangat spesifik dan mendalam kalau ditekuni dengan sungguh-sungguh. Pendekatan ilmu biologi lebih deskriptif dan sifatnya lebih mendetail perbagian, sedangkan filsafat lebih mementingkan makna komprehensifnya, dan bukan deskripsinya. Agar dapat melihat realitas secara komprehensif, maka ilmu pengetahuan (sains) memerlukan filsafat kembali. Jadi terdapat hubungan timbal balik di sini. Ilmu dari sains (biologi) itu sendiri akan membantu daya kerja filsafat. Dan filsafat juga membantu ilmu pengetahuan agar berkembang ke arah yang benar sekaligus mencegah penyalahgunaan ilmu biologi yang berakibat bencana bagi manusia sendiri.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
  1. Filsafat adalah bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu, yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial.
  2. Biologi mempelajari tentang ilmu alam dan makhluk hidup, bagaimana interaksinya satu sama lain, dan bagaimana interaksinya dengan lingkungan. 
  3. Filsafat dan biologi berhubungan sangat penting dimana dalam mempelajari ilmu biologi menggunakan penelitian ilmiah sebagai kebenaran. Oleh karena itu, kemajuan biologi yang pesat harus dikembangkan dengan cara sering melakukan penelitian ilmiah yang diimbangi dengan cara berfikir filsafat, supaya dihasilkan penemuan/teori yang bermanfaat dan tidak disalah gunakan.
2. Saran
Apabila dalam penyusunan makalah filsafat dan biologi didapati suatu kekurangan, maka penulis dengan besar hati menerima kritik dan saran dari pembaca untuk kesempurnaan makalah selanjutnya.
REFERENSI
Salam, B., (2008), Pengantar Filsafat, Bumi Aksara, Jakarta.
Suhartono, S., (2005), Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ar-Ruzz, Jogjakarta.
Suriasumantri, J. S., ( 2007),  Filsafat Ilmu: Sebuah  Pengantar Populer , PustakaSinar harapan, Jakarta.
Susantoso, Hendra, 2006. Tips dan Trik Biologi, Jakarta: Erlangga
Suhato,Suparlan, 2008. Pengantar Ilmu Filsafat, Makassar: Badan penerbit Universitas Negeri Makasassar
Poedjawijatna, 1980, Pembimbing ke Arah Alam Filsafat, Jakarta, PT Pembangunan

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »