Tampilkan postingan dengan label BIOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIOLOGI. Tampilkan semua postingan

Filsafat Dan Biologi

FILSAFAT DALAM PENDIDIKAN BIOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Perkembangan sains dalam pendidikan biologi tidak terlepas dari perkembangan teknologi, politik ekonomi, sosial dan filsafat di masyarakat. Manusia dapat berpikir karena mempunyai bahasa. Dengan bahasa manusia dapat memberi nama kepada segala sesuatu yang ada di alam semesta, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Dengan demikian, segala sesuatu yang pernah diamati dan dialami dapat disimpannya,menjadi tanggapan-tanggapan dan pengalaman-pengalaman yang kemudian diolahnya (berpikir) menjadi pengertian-pengertian bermakna. Dengan singkat,karena memiliki dan mampu berbahasa maka manusia berpikir. Kita berpikir untuk menemukan pemahaman dari rasa keingintahuan kita terhadap sesuatu.
filsafat pedidikan biologi
filsafat dalam pedidikan biologi

Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Sebagai ilmu pengetahuan, biologi yang objek kajiannya tentang makhluk hidup tidak berdiri sendiri melainkan erat hubungannya dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang lain, bahkan besar peranannya bila dikaitkan dengan kebutuhan manusia. Biologi modern mampu membuka tabir rahasia alam yang banyak dijumpai dalam alam kehidupan dan sangat berguna bagi kemajuan dan kesejahteraan manusia. Peranan biologi terhadap ilmu-ilmu lain, yaitu biologi sebagai ilmu pengetahuan tentu tidak dapat berdiri sendiri melainkan berhubungan erat dengan ilmu-ilmu lain. Sifat hubungan itu kadangkala biologi merupakan sumber atau bagian terpenting, tapi sering juga berupa pelengkap dalam memahami suatu ilmu pengetahuan.
Sementara filsafat ilmu dewasa ini sangat diperlukan. Ilmu pengetahuan dan teknologi kini sangat berpengaruh terhadap kehidupan dan perkembangan masyarakat dunia. Oleh karena itu diperlukan suatu inovasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan (biologi) sehingga dapat bermanfaat dan membawa kesejahteraan bagi kehidupan manusia.
Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu yang besar, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang belum kita tahu. Pengetahuan adalah persepsi subyek (manusia) atas berbagai obyek yang ada di alam semesta tanpa penyelidikan lebih lanjut.
2. Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian Filsafat?
  2. Apa pengertian Biologi dan Pendidikan Biologi?
  3. Bagaimana Hubungan Filsafat dan Biologi?
3. Tujuan Penulisan
  1. Dapat mengetahui pengertian filsafat
  2. Dapat mengetahui pengertian Biologi dan Pendidikan Biologi
  3. Dapat mengetahui Hubungan Filsafat dan Biologi
BAB II
FILSAFAT DAN BIOLOGI

1. Pengertian Filsafat

Filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab, yang juga diambil dari bahasa Yunani, philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal darikata-kata ( philia= persahabatan, cinta)  dan ( sophia= "kebijaksanaan").  Sehingga arti harafiahnya adalah seorang pencinta kebijaksanaan. Kata filosofi yang dipungut dari bahasa  Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf".
Seorang yang berfilsafat dapat diumpamakan seorang yang berpijak di bumi sedang tengadah ke bintang-bintang. Dia ingin mengetahui hakikat dirinya dalam kesemestaan galaksi. Atau seorang, yang berdiri di puncak tinggi, memandang ke ngarai dan lembah di bawahnya. Dia ingin menyimak kehadirannya dengan kesemestaan yang ditatapnya. Ada beberapa karateristik berfikir filsafat yaitu:
  1. Sifat menyeluruh, seorang ilmuwan tidak puas lagi mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Dia ingin melihat hakikat ilmu dalam konstelasi pengetahuan yang lainnya. Dia ingin tahu kaitan ilmu dengan moral. Kaitan ilmu dengan agama. Dia ingin yakin apakah ilmu itu membawa kebahagiaan pada dirinya.
  2. Sifat mendasar, seorang yang berfikir filsafat selain tengadah ke bintang-bintang juga membongkar tempat berpijak secara fundamental. Dia tidak lagi percaya begitu saja bahwa ilmu itu benar. Namun harus memulai dari satu titik yang awal yang benar sekaligus titik akhir yang benar.
  3. Sifat spekulatif, yakni tafsiran atau dugaan yang tidak didasarkan pada kenyataan sebenarnya. Berfilsafat didorong tidak hanya untuk mengetahui apa yang telah kita tahu, tetapi juga apa yang kita belum tahu. Bahkan setelah kita menetapkan titik awal yang menjadi jangkar pemikiran yang mendasar, kita tidak yakin akan hal itu. Dalam hal ini kita hanya berspekulatif. Dan ini suatu dasar yang tidak bisa diadakan namun hal ini tidak bisa dihindarkan.
Yang penting adalah bahwa dalam prosesnya, baik dalam analisis maupun pembuktiannya, kita bisa memisahkan spekulasi mana yang bisa diandalkan dan mana yang tidak. Dan tugas utama filsafat adalah menetapkan dasar-dasar yang dapat diandalkan. Sekarang kita sadar bahwa semua pengetahuan yang sekarang dimulai dengan spekulasi. Dari serangkaian spekulasi ini kita dapat memilih buah pikiran yang dapat diandalkan yang merupakan titik awal dari penjelajahan pengetahuan (Suriasumantri, 2007:22).
Harold H. Titus (1979 ) memberi pengertian: 
  1. Filsafat adalahsekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi; 
  2. Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan, 
  3. Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian (konsep); Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.

2. Pengertian Biologi 

Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘bios’ yang artinya hidup dan ‘logos’ yang artinya ilmu. Jadi, biologi adalah ilmu yang mempelajari sesuau yang hidup beserta masalah-masalah yang menyangkut kehidupan. Obyek kajian biologi sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup. Karenanya dikenal berbagai cabang ilmu biologi yang mengkhususkan diri pada kajian tertentu yang lebih spesifik, di antaranya anatomi, anastesi, zoologi, botani, bakteriologi, parasitologi,ekologi, genetika, embriologi, entomologi, evolusi, fisiologi, histologi, mikologi,mikrobiologi, morfologi, paleontologi, patologi, dan lain sebagainya.
Aristoletes (384-322 SM) adalah seorang ilmuwan dan filosof Yunani yang dipercayai sebagai perintis ilmu biologi. Ia telah mempelajari tentang 500 jenis hewan dengan sistem klasifikasinya, hal ini memberi pengaruh yang besar pada pemikiran dalam perkembangan ilmu-ilmu biologi (Salam, 1997). Hubungan biologi dengan filsafat ilmu pengetahuan adalah dengan adanya filsafat ilmu pengetahuan yang mengkritisisasi dan memikirkan efek-efek ilmu biologi dan perkembangannya bagi pengetahuan manusia dan dampaknya pada refleksi etis tentang berbagai problema serta akses pemanfaatannya dalam kehidupan manusia, maka biologi dapat bermanfaat secara efektif dalam kehidupan umat manusia. Atau dengan kata lain, filsafat ilmu merupakan kajian secara mendalam dan spesifik tentang hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah), seperti obyek apa yang dikaji ilmu, bagaimana cara memperoleh ilmu, bagaimana ilmu digunakan, bagaimana kaitan penggunaan ilmu dengan kaidah-kaidah moral kehidupan.Ilmu biologi banyak berkembang pada abad ke-19, dengan ilmuwan menemukan bahwa organisme memiliki karakteristik pokok. Biologi kini merupakan subyek pelajaran sekolah dan universitas di seluruh dunia, dengan lebih dari jutaan makalah dibuat setiap tahun dalam susunan luas jurnal biologi dan kedokteran. Hal ini juga mendukung perkembangan ilmu pendidikan biologi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana hubungan pendidikan dengan biologi, bagaimana cara mempelajari dan mengajarkan biologi dengan baik dan benar, baik  pada instusi pendidikan formal maupun non formal.

3. Pengertian Pendidikan Biologi

Pendidikan biologi diartikan sebagai upaya untuk membelajarkan biologi sebagai suatu ilmu pengetahuan dalam suatu pembelajaran formal di sekolah maupun nonformal dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan biologi perlu dimaknai secara luas dan mendalam, yakni bukan hanya pemahaman dalam penguasaan teori dan konsep dalam ilmunya, tetapi juga lebih dari itu yang terpenting mampu menyentuh aspek sosial yang implementasinya bisa langsung dirasakan manfaatnya dalam kehidupan. Misalnya, membelajarkan kepada anak untuk berperilaku bersih dan sehat yang peduli akan lingkungan dan menyayangi alam sekitarnya sebagai bentuk implementasi nyata pendidikan biologi.

4. Hubungan Filsafat dan Biologi

Dalam objek material filsafat sering disebut sebagai segala sesuatu yang ada dan bahkan yang mungkin ada. Hal itu berarti bahwa filsafat mempelajari apa saja yang menjadi isi alam semesta mulai dari badan-badan benda, tumbuhan (vegetativa), hewan (animalia), manusia (human), sampai pada sang pencipta (prima causa) dengan kata lain filsafat mempelajari semua mahluk dan sekaligus sang pencipta. Biologi jugamempelajari ilmu pengetahuan tentang mahluk hidup, biologi sendiri sebagai sebuah  ilmu juga merupakan hasil pemikiran yang mendalam dari filsafat yang kemudian setelah mengalami pembuktian empirik dan komprehensif, didapatlah biologi itu sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang dapat diamati, diukur dan dipertanggung jawabkan kebenaranya sampai pada batas waktu tertentu. Misalnya:
  1. Teori abiogenesis yang merupakan kehidupan dinyatakan berasal dari benda tak hidup, dan penganut teori ini (Aristoteles, Jhon Nedham, dan Antony Van Leewenhoek)
  2. Penemuan mikroskop oleh Antony Van Leewenhoek pada abad 17 membuka cakrawala untul mempelajari dan melakukan penelitian terhadap makhluk hidup sampai sekarang.
Ilmu biologi menggunakan pemikiran yang kefilsafatan, menurut Mulder digambarkan mengandung khasiat-khasiat tertentu, yaitu memiliki kemampuan mengabtraksikan pokok persoalan, bertanya terus sampai batas terakhir, beralasan dan berelasi (sistem). Hal ini dilakukan dengan  mempelajari, mengadakan pengamatan dan penyelidikan  serta menumbuhkan Sikap ilmiah dan Proses ilmiah untuk menambah pengetahuan dan keterampilannya tentang makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan serta alam sekitarnya, sehingga biologi sebagai ilmu sangat berperanan penting bagi kehidupan manusia untuk mengetahui lebih banyak mengenai diri kita dan mengenai lingkungan kehidupan kita, baik secara timbal balik maupun secara langsung tentang semua aspek kehidupan. Adapun timbal balik itu yang peran dalam kehidupan kita memberikan dampak negatif dan dampak positif. Dampak positif atau manfaatnya yaitu:
  1. Manusia sadar terhadap hidup dan kehidupan dalam lingkungan,
  2. Diciptakan bibit unggul yang ramah lingkungan,
  3. Pemanfaatan mikroorganisme dalam segala bidang.
Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan yaitu:
  1. Mengeksploitasi SDA dengan sembarangan,
  2. Penggunaan bibit unggul dan pestisida berlebihan yang akan berdampak pada biodeversitas,
  3. Penggunaan senjata biologi yang mematikan, yang akan merusak lingkungan biotik maupun abiotik.
Ilmu biologi cenderung menjadi sangat spesifik dan mendalam kalau ditekuni dengan sungguh-sungguh. Pendekatan ilmu biologi lebih deskriptif dan sifatnya lebih mendetail perbagian, sedangkan filsafat lebih mementingkan makna komprehensifnya, dan bukan deskripsinya. Agar dapat melihat realitas secara komprehensif, maka ilmu pengetahuan (sains) memerlukan filsafat kembali. Jadi terdapat hubungan timbal balik di sini. Ilmu dari sains (biologi) itu sendiri akan membantu daya kerja filsafat. Dan filsafat juga membantu ilmu pengetahuan agar berkembang ke arah yang benar sekaligus mencegah penyalahgunaan ilmu biologi yang berakibat bencana bagi manusia sendiri.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
  1. Filsafat adalah bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu, yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial.
  2. Biologi mempelajari tentang ilmu alam dan makhluk hidup, bagaimana interaksinya satu sama lain, dan bagaimana interaksinya dengan lingkungan. 
  3. Filsafat dan biologi berhubungan sangat penting dimana dalam mempelajari ilmu biologi menggunakan penelitian ilmiah sebagai kebenaran. Oleh karena itu, kemajuan biologi yang pesat harus dikembangkan dengan cara sering melakukan penelitian ilmiah yang diimbangi dengan cara berfikir filsafat, supaya dihasilkan penemuan/teori yang bermanfaat dan tidak disalah gunakan.
2. Saran
Apabila dalam penyusunan makalah filsafat dan biologi didapati suatu kekurangan, maka penulis dengan besar hati menerima kritik dan saran dari pembaca untuk kesempurnaan makalah selanjutnya.
REFERENSI
Salam, B., (2008), Pengantar Filsafat, Bumi Aksara, Jakarta.
Suhartono, S., (2005), Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ar-Ruzz, Jogjakarta.
Suriasumantri, J. S., ( 2007),  Filsafat Ilmu: Sebuah  Pengantar Populer , PustakaSinar harapan, Jakarta.
Susantoso, Hendra, 2006. Tips dan Trik Biologi, Jakarta: Erlangga
Suhato,Suparlan, 2008. Pengantar Ilmu Filsafat, Makassar: Badan penerbit Universitas Negeri Makasassar
Poedjawijatna, 1980, Pembimbing ke Arah Alam Filsafat, Jakarta, PT Pembangunan

Biologi Klasifikasi Amoeba

Biologi Klasifikasi Amoeba

Amoeba, disebut juga sebagai Ameba, adalah genus yang dimiliki protozoa, yang eukariota uniseluler (organisme dengan organel sel terikat membran). Amoeba berasal dari kata Yunani amoibe, artinya perubahan. Banyak spesies Amoeba, yang paling ekstensif dipelajari adalah Amoeba proteus. Amoeba proteus adalah mayoritas dari spesies Amoeba yang sangat kecil dan tidak terlihat dengan kasat mata. Meskipun ukurannya yang kecil, isi genom beberapa kali lebih besar dari genom manusia. Spesies Amoeba dubia terdiri dari sekitar 370 miliar pasangan basa; sedangkan, genom manusia memiliki sekitar 3 miliar pasangan basa.

Klasifikasi Amoeba

Amoeba sangat sensitif terhadap rangsangan, yang berasal dari penyusutan atau perluasan sel, tergantung pada kondisi sekitarnya. Seperti untuk menjaga tekanan osmotik dalam sel, vakuola bertanggung jawab untuk hal yang sama. Ketika Amoeba disimpan dalam larutan garam hipertonik (pekat), sel menyusut dan mencegah masuknya garam. Sebaliknya, bila terkena air tawar hipotonik, sel Amoeba mengembang dan membengkak.

Datang ke taksonomi organisme ini, sering tidak jelas dan membingungkan karena Amoeba memiliki fitur morfologi yang khas. Hal ini juga sebagian karena fakta bahwa banyak spesies lain protista menyerupai eukariot uniseluler ini dalam anatomi dan perilaku mereka. Salah satu ciri khas yang membedakan Amoeba laut dari yang dari spesies air tawar adalah kurangnya vakuola kontraktil dan enzim mereka. Mari kita lihat bagaimana Amoeba diklasifikasikan secara ilmiah.
Ciri Amoeba
Amoeba, disebut juga sebagai Ameba, adalah genus yang dimiliki protozoa, yang eukariota uniseluler (organisme dengan organel sel terikat membran)
Domain: Eukaryota
Kerajaan: Amoebozoa
Filum: Tubulinea
Order: Tubulinida
Family: Amoebidae
Genus: Amoeba
Spesies: proteus, dubia, animalcule, dll

Ciri Amoeba

Amoeba ditemukan di darat serta pada habitat perairan. Bahkan Amoeba, dapat berkembang dalam hampir semua jenis habitat. Beberapa menjadi parasit di alam, sehingga menyebabkan kerugian pada manusia dan hewan. Sampai saat ini, enam spesies parasit diidentifikasi yang menyebabkan penyakit ringan sampai penyakit berat pada manusia. Oleh karena itu, organisme eukariotik uniseluler ini banyak dipelajari dalam mikrobiologi. Mari kita membahas secara singkat tentang ciri-ciri dari Amoeba.
Sebuah membran sel membungkus sitoplasma sel dan organel dariAmoeba. Karena tidak ada dinding sel, struktur selular yang tidak pasti. Hal inidapat memperlihatkan dalam bentuk apapun, berdasarkan kondisi sekitarnya. Iamemiliki pseudopodia untuk keperluan penggerak dan makan. Para pseudopodsadalah perpanjangan dari sitoplasma. Amoeba menelan makanan dengan carafagositosis, yang berarti mengelilingi bakteri atau protista kecil lainnya, danmengeluarkan enzim pencernaan ke dalam vakuola. Pencernaan partikel makananterjadi dalam vakuola dengan bantuan tindakan enzimatik
Sebuah Amoeba dapat memiliki lebih dari dua inti dalam sel. Miripdengan protozoa lain, mereproduksi secara aseksual baik oleh mitosis atausitokinesis. Di bawah divisi kuat dari Amoeba, porsi yang berisi inti selamat,sedangkan bagian tanpa inti mati. Ketika organisme terkena lingkunganmematikan, ternyata menjadi bentuk aktif, yang dikenal sebagai kista amuba.

Pengertian Bunga Lengkap Dan Tidak Lengkap

BUNGA LENGKAP DAN TIDAK LENGKAP

Pengertian Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki enam bagian dasar bunga antara lain tangkai, putik, benangsari, mahkota, mahkota, dan tangkai.
Disebut sebagai bunga lengkap, karena bagian utama atau dasar bunga yang memiliki semua kelengkapan bunga meliputi perhiasan bunga dan alat kelamin bunga, meliputi: 
  1. Kelopak bunga
  2. Mahkota bunga
  3. Putik
  4. Benang sari  
Pada umumnya bunga lengkap memiliki dua alat produksi yaitu putik dan benang sari.


Contoh Bunga Lengkap
https://pixabay.com/id/bunga-bakung-liliaceae-merah-putih-3542983/
Bunga Bakung
https://pixabay.com/id/kembang-sepatu-mekar-bunga-208774/
Bunga Sepatu
Pengertian bunga tidak lengkap adalah bunga yang tidak memiliki salah satu dari enam bagian dasar bunga. Sehingga disebut sebagai bunga tidak sempurna, karena salah satu bagian tersebut tidak ada atau tidak dimiliki. Pada umumnya bunga tidak lengkap hanya memiliki satu alat produksi saja. Contohnya hanay memiliki putik saja, atau hanya memiliki benang sari saja.
Contoh Bunga Tidak Lengkap
https://pixabay.com/id/kamboja-bunga-tropis-putih-kuning-1399654/
Bunga Kamboja
Bunga Kelapa
Bunga Kelapa

BUNGA SEMPURNA DAN BUNGA TIDAK SEMPURNA

Pengertian bunga sempurna adalah bunga yang memiliki semua alat kelamin bunga, meliputi: Putik dan Benang sari.
Pengertian bunga tidak sempurna adalah bunga yang tidak memiliki semua alat kelamin bunga, mislanya tidak memiliki putik atau tidak memiliki benang sari.
Bagian-bagian bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga sempurna disebut bunga banci atau hermafrodit. Organ reproduksi betina pada bunga adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.
Bunga sempurna mempunyai hampir seluruh bagian-bagian bunga. Baik bagian steril maupun bagian fertil. Khusus bagian fertinya bunga sempurna harus mempunyai kedua jenis alat kelamin, alat jantan dan alat betina yang berupa benang sari dan putik. Contoh bunga sempurna adalah bunga sepatu, bunga kopi, bunga jambu, dll.
Jika dalam satu bunga hanya terdapat salah satu alat kelamin saja maka bunga tersebut disebut bunga tidak sempurna. Contoh bunga tidak sempurna adalah bunga salak. Pada pohon salak, alat jantan dan alat betina terdapat pada pohon yang terpisah. Sehingga ada istilah tanaman salak jantan dan tanaman salak betina. Ketidak sempurnaan ini menyebabkan tanaman salak tidak dapat berbuah jika tidak di kawinkan terlebih dahulu.
Bunga Sempurna
Gambar Bunga Sempurna
Bunga Tidak Sempurna
Gambar Bunga Tidak Sempurna

Bagian Bunga

Secara umum, bunga adalah alat reproduksi generative pada tumbuhan. Bunga memiliki beberapa bagian berikut beserta fungsinya:

fungsi bagian bunga
Bagian Bunga dan Fungsinya
  1. Tangkai bunga berfungsi untuk menyokong berdirinya bunga.
  2. Dasar bunga berfungsi untuk menempelnya semua bagian bunga.
  3. Kelopak bunga berfungsi untuk melindungi bunga saat masih kuncup.
  4. Mahkota bunga berfungsi untuk menarik perhatian serangga.
  5. Tangkai putik berfungsi untuk menyokong kepala putik
  6. Kepala putik berfungsi untuk melekatnya serbuk sari saat penyerbukan.
  7. Bakal buah akan berubah menjadi buah setelah penyerbukan.
  8. Bakal biji akan berubah menjadi biji setelah penyerbukan
  9. Tangkai sari berfungsi untuk menyokong kepala sari.
  10. Kepala sari berfungsi untuk produksi serbuk sari.

makalah sistem peredaran darah

MAKALAH BIOLOGI UMUM SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA

Sistem peredaran darah pada manusia terdiri dari darah dan alat peredaran darah. Peredaran darah pada manusia termasuk dalam peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan dari dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali sehingga disebut sebagai peredaran darah ganda, yang terdiri dari peredaran darah kecil.
Alat-alat peredaran darah pada manusia 
Alat peredaran darah terdiri atas jantung (cor) dan pembuluh darah. Jantung berfungsi memompa darah, sedangkan pembuluh darah bertugas mengalirkan darah dari jantung hingga sampai ke jaringan tubuh. 
1. Pembuluh darah 
PEMBULUH DARAH
perbedaan arteri dan vena
Ada dua jenis pembuluh darah yaitu:
  1. Arteri : Merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah keluar dari jantung. Bila sampai di jaringan, arteri bercabang-cabang kecil yang disebut arteriole. Pembuluh arteri bersifat elastis dan darah yang mengalir tekanannya kuat karena memperoleh pemompaan langsung dari jantung 
  2. Vena : Merupakan pembuluh yang mengalirkan darah kembali menuju ke jantung. Pembuluh vena yang menyebar di jaringan bercabang-cabang kecil dan disebut venula. Vena kurang elastis bila dibandingkan dengan arteri dan darah yang mengalir tekanannya rendah karena aliran darah pada vena berdasarkan sistem katup dan pompa otot. Vena biasanya terletak di permukaan tubuh di bawah kulit, sedangkan arteri lebih ke dalam. 
2. Jantung
Jantung merupakan alat pemompa darah, terletak didalam rongga dada dan diatas diafragma. 
sistem peredaran darah
jantung
Jantung mempunyai bagian-bagian sebagai berikut:
a. Dinding jantung: terdiri atas tiga lapis, yaitu:
  1. epikardium (lapisan luar)
  2. perikardium (selaput pembungkus jantung)
  3. miokardium (otot jantung)
  4. endokardium (selaput yang melapisi ruangan jantung) 
b. Ruangan jantung: terdiri atas 4 ruangan yaitu:
  1. serambi (atrium) kanan dan kiri 
  2. serta dua bilik (ventrikel) kanan dan kiri 
  3. Pada bayi yang belum lahir, antara serambi kanan dan serambi kiri terdapat lubang yang disebut foramen ovale. Lubang ini berfungsi sebagai bypass aliran darah karena belum berfungsinya paru-paru janin. 
c. Katup jantung: untuk menjaga agar aliran darah tetap searah. Ada tiga macam katup jantung: 
  1. valvula trikuspidalis (berdaun tiga): terdapat di antara atrium kanan dan ventrikel kanan
  2. valvula bikuspidalis (berdaun dua): terdapat di antara atrium kiri dan ventrikel kiri
  3. valvula semilunaris (bentuk bulan sabit): terdapat pada pangkal batang aorta 
d. Saraf jantung
  1. Sinoatrium Node (SA Node): terdapat pada atrium kanan 
  2. Atrioventricular Node (AV Node): terdapat pada sekat antara atrium dan ventrikel

3. Pola peredaran darah

Bila SA Node mengeluarkan impuls akan menyebabkan atrium berkontraksi sehingga darah dipompa menuju ke ventrikel. Impuls yang mengalir akhirnya merangsang AV Node sehingga juga mengeluarkan impuls yang menyebabkan otot ventrikel berkontraksi, dan darah dipompa keluar jantung. 
Bila ventrikel kiri berkontraksi darah dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta (nadi besar). Darah yang mengalir ini kaya akan oksigen dan nutrisi. Di jaringan tubuh nutrisi dan oksigen diambil oleh sel-sel tubuh. Kemudian sel melepaskan CO2 dan sisa metabolisme yang kemudian diangkut oleh darah melalui pembuluh vena cava superior dan vena cava inferior kembali menuju atrium kanan. Pola  peredaran ini disebut peredaran darah besar. 
sistem peredaran darah
pola peredaran darah pada manusia
Dari atrium kanan darah dipompa masuk ke ventrikel kanan lalu mengalir meninggalkan jantung menuju ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Darah yang mengalir ini membawa banyak CO2 yang hendak dibuang. Di paru-paru CO2 dilepaskan dan oksigen diikat, lalu darah mengalir melalui vena pulmonalis kembali ke jantung masuk ke atrium kiri. Pola peredarah ini disebut peredaran darah kecil.

Dari atrium kiri darah masuk ke ventrikel kiri, dan siklus yang sama terulang.  
Perlu diperhatikan bahwa kontraksi atrium kanan dan kiri berlangsung bersamaan. Demikian pula kontraksi ventrikel kanan dan kiri juga bersamaan. Jadi aliran darah pada peredaran darah besar dan kecil berlangsung serentak, dan bukannya bergantian. 
Saat ventrikel berkontraksi timbul tekanan yang disebut tekanan sistole. Saat ventrikel berelaksasi masih ada tekanan yang disebut tekanan diastole. Umumnya pada orang muda yang sehat besarnya tekanan sistole dan diastole adalah 120/80 mmHg. Tekanan darah ini akan semakin tinggi sejalan dengan pertambahan usia. 
Sebenarnya masalah tekanan sistole dan diastole ini juga terjadi pada saat kontraksi atrium. Jadi ada sistole atrium dan diastole atrium. Tapi di dunia medis konteks tekanan sistole dan diastole tampaknya lebih mengacu pada kontraksi ventrikel. 

4. Darah

1). Susunan Darah
Darah adalah cairan berwarna merah yang terdapat di dalam pembuluh darah. Warna merah tersebut tidak selalu tetap, tetapi berubah-ubah karena pengaruh zat kandungannya, terutama kadar oksigen dan karbondioksida. Apabila kadar oksigen tinggi maka warna daranya menjadi merah muda, tetapi bila kadar karbondioksidanya tinggi maka warna darahnya menjadi merah tua. Volume darah pada manusia adalah 8% berat badannya.
sel darah
sel darah
Darah manusia terdiri dari dua komponen utama, yaitu sel-sel darah dan plasma darah (cairan darah). Tiap-tiap komponen darah terdiri atas berbagai komponen, yaitu:
1) sel-sel darah
Sel-sel darah merupakan bagian terbesar dari darah, yaitu sekitar 40 –50 %. Sel-sel darah terdiri atas tiga macam, yaitu:
a) sel darah merah (eritrosit)
Ciri-cirinya:

  1. berukuran 7,5-7,7 μm
  2. bentuknya bikonkaf
  3. tidak berinti
  4. tidak dapat bergerak bebas
  5. tidak dapat menembus dinding kapiler
  6. berwarna merah kekuning-kuningan 

Pembentukan sel darah merah terjadi pada endotelium sumsum tulang. Sel darah merah berfungsi mentranspor oksigen dan bersifat tetap di dalam pembuluh darah.
b) sel darah putih (leukosit)
Ciri-cirinya:

  1. berukuran 10-12 μm
  2. mempunyai bentuk sangat bervariasi
  3. selnya mempunyai nukleus (inti sel)
  4. bergerak bebas secara ameboid
  5. menembus dinding kapiler yang disebut diapedesis 

Sel darah putih dibuat di sumsum tulang merah, limpa, kelenjar limpa, dan jaringan retikulo-indotel. Leukosit mempunyai fungsi utama untuk melawan kuman yang masuk kedalam tubuh, yaitu dengan cara memakannya yang disebut fagositosis. Jumlah leukosit dapat naik turun tergantung dari ada tidaknya infeksi kuman-kuman tertentu. Leukosit dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu granulosit bila plasmanya bergranuler dan agranulosit bila plasmanya tidak bergranuler.
Leukosit granulosit dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
  1. Netrofil: bersifat fagosit, plasmanya bersifat netral, bentuk intinya bermacam-macam seperti batang,berinti banyak, berinti bengkok, dan lain-lain.
  2. Basofil: plasmanya bersifat basah, berbintik-bintik kebiruan, dan bersifat fagosit.
  3. Eusinofil: bersifat fagosit, plasmanya bersifat asam, berbintikbintik kemerahan yang jumlahnya akan meningkat bila terjadi infeksi.
Leukosit agranulosit dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
  1. Monosit: selnya berinti satu, besar berbentuk bulat panjang, bisa bergerak cepat, dan bersifat fagosit
  2. Limfosit: berinti satu, selnya tidak dapat bergerak bebas, ukurannya ada yang sebesar eritrosit. Sel ini berperan besar dalam pembentukan zat kebal (antibodi).
c) sel darah pembeku (trombosit)
Ciri-cirinya:
  1. ukuran lebih kecil (2-4μm) dari eritrosit dan leukosit
  2. Sel darah pembeku tidak berinti
  3. bentuknya tidak teratur
  4.  bila tersentuh benda yang permukaannya kasar mudah pecah 
Sel ini dibentuk di dalam megakariosit sumsum merah tulang. Trombosit sangat penting bagi proses pembekuan darah. Pembekuan darah merupakan rangkaian proses yang terjadi pada jaringan tubuh, plasma darah, dan trombosit.
2) plasma darah
Plasma darah terdiri dari air yang didalamnya terlarut berbagai macam zat, baik zat organik maupun zat anorganik dan zat yang berguna maupun zat sisa yang tidak berguna sehingga jumlahnya lebih kurang 7-10%. Zat yang terlarut dalam plasma darah dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam, yaitu:
  1. zat makanan dan mineral, seperti glukosa, asam amino, asam lemak, kolesterol, serta garam-garam mineral.
  2. zat-zat yang diproduksi sel, seperti enzim, hormon, dan antibodi.
  3. protein darah, yang tersusun atas beberapa asam amino, yaitu: 
  • albumin, yang sangat penting untuk menjaga tekanan osmotik darah
  •  fibrinogen, sangat penting untuk proses pembekuan darah
  • globulin, untuk membentuk gemaglobulin, yaitu komponen zat kebal yang sangat penting. 
  • zat-zat metabolisme, seperti urea, asam urat, dan zat-zat sisa lainnya.
  • gas-gas pernapasan yang larut dalam plasma, seperti O2, CO2, dan N2. 
5. Fungsi darah
Darah merupakan jaringan penyokong istimewa yang mempunyai banyak fungsi, yaitu:
  1. mengangkut oksigen dan karbondioksida dari alat pernapasan ke jaringan-jaringan ke seluruh tubuh
  2. mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh
  3. mengangkut sisa-sisa metabolisme ke alat ekskresi
  4. mengedarkan hormon dari kelenjar hormon ke tempat yang membutuhkan.

6. Siklus jantung

Dalam kerja memompa darah, jantung berdenyut secara terus-menerus sejak embrio berumur 25  hari sampai seseorang meninggal dunia. Sekali denyut, mulai dari pemompaan darah hingga memompa berikutnya disebut siklus jantung. Secara sederhana siklus pemompaan darah oleh jantung berlangsung sebagai berikut:

  1. otot jantung berelaksasi, semua klep jantung dalam keadaan menutup. Darah masuk kedalam atrium dari pembuluh balik.
  2. klep berdaun tiga dan klep berdaun dua membuka. Darah mengalir dari serambi ke bilik. Aliran darah ini diperkuat oleh mengecilnya ruang serambi. Hal ini disebabkan oleh berkontraksinya dinding serambi.
  3. dinding bilik berkontraksi. Bersamaan dengan itu, klep berdaun dua dan berdaun tiga menutup. Tetapi klep semilunaris membuka sehingga tekanan darah dalam bilik meningkat.
  4. darah mengalir dengan kuat dari bilik menuju aorta. Bersamaan dengan ini dinding serambi mengembang sehingga darah masuk keserambi dari vena. Seluruh proses tersebut berlangsung kurang dari satu detik. Bila kita mendengarkan denyut jantung dengan stetoskop, suara detaknya terdengar ganda. Yang pertama adalah bersamaan dengan menutupnya klep antara serambi dan bilik, sedangkan yang kedua adalah bersamaan dengan menutupnya klep semilunaris.
REFERENSI
Gembong Tjitrosoepomo, dkk. (1980). Biologi II. Jakarta: Dedik BUD.
Istamar Syamsuri, dkk. (2004). Biologi 2A Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
Slamet Prawirohartono. (2005). Sains Biologi Untuk SMA Kelas 2. Jakarta: Bumi Aksara. 

Fungsi Mineral Mikro

Mineral Mikro Beserta Fungsinya

Mineral mikro didapati dalam jumlah yang sedikit di dalam tubuh, akan tetapi mineral mikro mempunyai peranan essensial bagi kehidupan, kesehatan dan reproduksi. Kandungan mineral mikro dalam bahan makanan sangat bergantung pada konsentrasi mineral mikro tanah asal dari bahan makanan tersebut.
mineral mikro berfungsi untuk
Mineral Mikro dan Fungsinya
Menurut Widya Karya Gizi Nasional tahun 2004 telah menetapkan Angka Kecukupan Rata-rata sehari untuk mineral mikro besi (Fe), seng (Zn), Iodium (I), dan Selenium (Se), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Fluor (F), khrom (Cr) dan Molibden (Mo). Sedangkan kebutuhan manusia akan mineral mikro arsen (As), Nikel (Ni), Silikon (Si), dan Boron (Bo) masih dalam penelitian.

1. Jenis, Sumber, beserta Fungsi Mineral Mikro

Jenis, sumber, beserta fungsi dari mineral mikro dapat dilihat dalam tabel berikut:
dalam tabel mineral mikro
Tabel fungsi mineral mikro

2. Absorpsi dan Ekskresi Mineral Mikro

  1. Besi. Tubuh sangat efisien dalam penggunaan besi. Sebelum diabsorpsi, didalam lambung besi dibebaskan dari ikatan organik, seperti protein. Sebagian besar besi dalam bentuk feri direduksi menjadi bentuk fero. Hal ini terjadi dalam suasana asam di dalam lambung dengan adanya HCl dan vitamin C yang terdapat di dalam makanan. Absorpsi terutama terjadi dibagian atas usus halus (duodenum) dengan bantuan alat angkut protein khusus, yaitu transferin dan feritin. Taraf absorpsi besi diatur oleh mukosa saluran cerna yang ditentukan oleh kebutuhan tubuh. Sebagian besar transferin darah membawa besi ke sumsum tulang dan bagian tubuh lain. Di dalam sumsum tulang, besi digunakan untuk membuat hemoglobin yang merupakan bagian dari sel darah merah. Sisanya dibawa ke jaringan tubuh yang membutuhkan. Kelebihan besi yang dapat mencapai 200 hingga 1500 mg disimpan sebagai protein feritin dan hemosiderin di dalam hati, sumsum tulang belakang 30 % dan selebihnya didalam limpa dan otot.
  2. Seng. Seng di absorpsi di bagian atas usus halus (duodenum). Seng diangkut oleh albumin dan transferin masuk kedalam aliran darah dan di bawa ke hati. Kelebihan seng di simpan di dalam hati dalam bentuk metalotionein. Lainnya dibawa ke pankreas dan jaringan tubuh lain. Di dalam pankreas seng digunakan untuk membuat enzim pencernaan, yang pada waktu makan dikeluarkan ke dalam saluran cerna. Absorpsi seng diatur oleh metalotionein yang disintesis di dalam  sel dinding saluran cerna. Distribusi seng antara cairan ekstraseluler, jaringan dan organ dipengaruhi oleh keseimbangan hormon dan situasi stres. Hati memegang peranan dalam redistribusi sel ini. Seng dikeluarkan tubuh terutama melalui feses. Di samping itu seng dikeluarkan melalui urin, dan jaringan tubuh yang dibuang seperti jaringan kulit, sel dinding usus, cairan haid dan mani.
  3. Iodium. Iodium dengan mudah di absorpsi dalam bentuk iodida. Ekskresi dikeluarkan melalui ginjal, jumlahnya berkaitan dengan konsumsi.
  4. Selenium. selenium berada dalam makanan dalam bentuk selenometionin dan selenosistein. Absorpsi selenium terjadi pada bagian atas usus halus secara aktif. Selenium diangkut oleh albumin dan alfa-2 globulin. Absorpsi lebih efisien, bila tubuh dalam keadaan kekurangan selenium. konsumsi tinggi menyebabkan peningkatan ekskresi melalui urin.
  5. Tembaga. Absorpsi tembaga sedikit terjadi didalam lambung dan sebagian besar di bagian atas usus halus secara pasif dan aktif. Absorpsi terjadi dengan alat angkut protein pengikat tembaga metalotionein yang juga berfungsi dalam absorpsi seng dan kanadium. Transpor tembaga ke hati terutama menggunakan alat angkut albumin dan trankuprein. Simpanan dalam hati berupa metalotionein atau seruloplasmin. Tembaga diangkut keseluruh tubuh oleh seruloplasmin dan transkuperin. Tembaga juga dikeluarkan dari hati sebagai bagian dari empedu. Didalam saluran cerna, tembaga dapat diabsorpsi kembali atau dikeluarkan dari tubuh bergantung kebutuhan tubuh. Pengeluaran melalui empedu meningkat bila terdapat kelebihan tembaga dalam tubuh. Sedikit tembaga dikeluarkan melalui urin, keringat dan darah haid. Tembaga dapat diabsorpsi kembali oleh ginjal bila tubuh memebutuhkan. Tembaga yang tidak diabsorpsi dikeluarkan melalui feses.
  6. Mangan. Mekanisme absorpsi mangan hingga sekarang belum diketahui dengan pasti. Seperti halnya dengan mineral mikro lainnya, faktor makanan mempengaruhi absorpsi mangan. Besi dan kalsium menghambat absorpsi mangan. Mangan diangkut oleh protein transmanganin dalam plasma. Setelah diabsorpsi, mangan dalam waktu singkat terlihat dalam empedu dan dikeluarkan melalui feses. Taraf mangan dalam jaringan diatur oleh oleh sekresi selektif melalui empedu. Pada penyakit hati, mangan menumpuk dalam hati.
  7. Khrom. Khrom dalam bentuk Cr3+ diabsorpsi sebanyak10-25 %. Bentuk lain khrom hanya diabsorpsi sebanyak 1 %. Mekanisme absorpsi belum diketahui dengan pasti . absorpsi dibantu oleh asam-asam amino yang mencegah khrom mengendap dalam media alkali usus halus. Jumlah yang diabsorpsi tetap hingga konsumsi sebanayak 49 ug, setelah itu ekskresi melalui urin meningkat. Ekskresi melalui urin meningkat oleh konsumsi gula sederhana yang tinggi, aktivitas fisik berat atau trauma fisik. Seperti halnya besi, khrom diangkut oleh transferin. Bila tingkat kejenuhan transferin tinggi, khrom dapat diangkut oleh albumin.

3. Dampak Kelebihan dan Kekurangan Mineral Mikro

1. Zat besi (Fe)
     Dampak yang ditimbulkan dari Kelebihan zat besi dapat menurunkan penyerapan dan penggunaan seng dan tembaga serta peningkatan penggunaan vitamin antioksidan. Kelebihan zat besi juga dapat menyebabkan gangguan fungsi hati, jantung bahkan meninggal dunia. Gejalanya adalah rasa nek, muntah, diare, denyut jantung meningkat, sakit kepala, mengigau.
     Dampak dari Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, gangguan fungsional tubuh, baik mental maupun fisik, pucat, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunnya angka kebugaran tubuh, menurunnya kemampuan kerja, menurunnya kekebalan tubuh dan gangguan penyembuhan luka, kemempuan mengatur suhu tubuh menurun. Pada anak-anak menimbulkan apatis, mudah tersinggung, menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi dan belajar.
2. Seng (Zn)
     Dampak Konsumsi seng secara berlebihan (sepuluh kali anjuran) dapat terjadi karena konsumsi suplemen seng dan makanan yang terkena polusi (udara, alat masak dan kaleng). Kelebihan seng akan menurunkan penyerapan zat besi dan tembaga, mual, diare, pusing, melemahnya peran syaraf yang mengkoordinasi sistem kerja anggota badan, demam, kelelahan yang sangat, anemia, gangguan reproduksi, dan gangguan pada fungsi hati dan imunitas tubuh. Kelebihan sampai sepuluh kali AKG mempengaruhi metabolism kolesterol, mengubah nilai lipoprotein, dan tampaknya dapat mempercepat timbulnya aterosklerosis.
     Dampak Kekurangan seng dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, gangguan kematangan seksual dan daya kekebalan tubuh menurun. Gangguan fungsi pencernaan karena gangguan fungsi pankreas, gangguan pembentukan kilomikron, dan kerusakan permukaan saluran cerna. Gangguan metabolism vitamin A, gangguan kelenjar tiroid dan laju metabolisme, gangguan nafsu makan, penurunan ketajaman indra rasa serta memperlambat penyembuhan luka.
3. Iodium (I)
     Dampak Konsumsi yodium diatas 2000 mg per hari dianggap berlebihan dan akan berdampak negative pada kesehatan manusia. Konsumsi sebanyak ini bisa terjadi karena mengkonsumsi rumput laut, suplemen atau pangan yang difortifikasi yodium secara belebihan. Kelebihan yodium dapat menghambat pelepasan yodium dari tiroid. Kelebihan pada tingkat selanjutnya akan menimbulkan gondok seperti halnya kekurangan yodium.
     Dampak kekurangan Iodium dapat menyebabkan Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) berupa gangguan fisik dan mental, gondok, kretin, malas dan lamban, kelenjar tiroid membesar. Pada ibu hamil dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Pada anak-anak menyebabkan kemampuan belajar rendah, dan lain-lain.
4. Selenium (Se)
     Dampak negatif selenium bagi kesehatan ditemukan pada orang yang mengkonsumsi diatas 850 mg perhari yang ditandai oleh mual, muntah dan diare. Bila konsumsi di atas 5000 mg akan terjadi perubahan pada kuku dan rambut yang pada akhirnya terjadi kerontokan rambut.
Dampak dari Kekurangan selenium menyebabkan aktivitas enzim glutation peroksidase terhambat, kekebalan tubuh menurun.
5. Tembaga (Cu)
Dampak Kelebihan tembaga secara kronis menyebabkan penumpukan tembaga didalam hati yang dapat menyebabkan nekrosis hati atau sirosis hati. Kelebihan tembaga dapat terjadi karena mengkonsumsi suplemen tembaga atau menggunakan alat memasak terbuat dari tembaga, terutama apabila digunakan untuk memasak cairan yang bersifat asam. Konsumsi sebanyak 10-15 mg perhari dapat menimbulkan muntah-muntah dan diare. Berbagai tahap pendarahan intravaskuler dapat terjadi, begitupun nekrosi sel hati dan gagal ginjal. Konsumsi dosis tinggi menyebabkan kematian.
Dampak yang muncul akibat kekurangan tembaga dapat menyebabkan gagal tumbuh kembang, edema dengan serum albumin rendah, gangguan fungsi kekebalan, menghambat pembentukan hemoglobin, anemia dengan perubahan pada metabolisme besi dan perubahan pada jaringan tulang, perubahan pada kerangka tubuh yang dapat menyebabkan patah tulang dan osteoporosis, hernia dan pelebaran pembuluh darah karena kegagalan pengikatan silang kolagen dan elastin, depigmentasi rambut dan kulit.
6. Mangan (Mn)
Dampak Keracunan karena kelebihan mangan dapat terjadi bila lingkungan terkontaminasi oleh mangan, biasanya dalam jangka waktu lama, menunjukkan gejala-gejala kelainan otak disertai penampilan dan tingkah laku abnormal, yang menyerupai penyakit Parkinson.
Dampak Penyakit karena kekurangan mangan jarang terjadi. Kebutuhan mangan kecil, sedangkan mangan banyak terdapat pada bahan makanan nabati kekurangan mangan menyababkan steril pada hewan jantan dan betina. Keturunan dari induk yang menderita kekurangan mangan, menunjukkan kelainan kerangka dan gangguan kerangka otot.
7. Fluor (F)
Dampak Kelebihan fluor dapat menyebabkan keracunan. Hal ini baru terjadi pada dosis sangat tinggi atau setelah bertahun-tahun menggunakan suplemen fluor sebanyak 20-80 mg perhari. Gejalanya adalah flurosis (perubahan warna gigi menjadi kekuningan), mulas, diare, sakit di daerah dada, gatal dan muntah.
Dampak Kekurangan fluor dapat menyebabkan karies dentis.
8. Khrom (Cr)
Dampak Kelebihan krom karena makanan belum pernah ditemukan. Pekerja yang terkena limbah industri dan cat yang mengandung krom tinggi dikaitkan dengan kejadian penyakit hati dan kanker paru-paru.
9. Molibden (Mo)
Dampak Konsumsi berlebihan dihubungkan dengan sindroma mirip penyakit gout, disertai peningkatan nilai molibden, asam urat dan oksidase xantin di dalam darah. Konsumsi sampai 0.54 mg sehari dapat menyebabkan kehilangan tembaga melalui urin.
10. Nikel (Ni)
Dampak Kekurangan nikel dapat menyebabkan kerusakan hati dan alat tubuh lain.

Sejarah Pendidikan Sebelum Kemerdekaan

KONDISI PENDIDIKAN SEBELUM KEMERDEKAAN

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
     Asal mula sejarah pendidikan sebenarnya telah berlangsung sepanjang sejarah manusia dan berkembang sejalan dengan perkembangan sosial dan budaya manusia itu sendiri di atas permukaan bumi.
     Sejarah pendidikan di Indonesia berawal sebelum kemerdekaan yang dapat digolongkan ke dalam tiga periode, yaitu:Pendidikan yang berlandaskan ajaran keagamaan, Pendidikan yang berlandaskan kepentingan penjajahan, dan Pendidikan dalam rangka perjuangan kemerdekaan.
     Pendidikan yang kita kenal sekarang adalah hasil perkembanagan pendidikan yang tumbuh dalam sejarah pengalaman bangsa kita.Untuk itu alangkah baiknya kita terlebih dahulu mengeenal pendidikan di Indonesia sebelum kemerdekaan.
sebelum kemerdekaan
Sejarah Pendidikan Sebelum Kemerdekaan

2. Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian Sejarah?
  2. Bagaimana Kondisi Pendidikan di Indonesia sebelum Masa Kolonial?
  3. Bagaimana Kondisi Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial?
  4. Bagaimana Kondisi Pendidikan di Indonesia pada Masa Pergerakan?
  5. Bagaimana Kondisi Pendidikan di Indonesia pada Masa Jepang?
  6. Bagaimana Kondisi Pendidikan di Indonesia sebelum kemerdekaan?

3. Tujuan Penulisan
  1. Dapat mengetahui pengertian Sejarah
  2. Dapat mengetahui Kondisi Pendidikan di Indonesia sebelum Masa Kolonial
  3. Dapat mengetahui Kondisi Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial
  4. Dapat mengetahui Kondisi Pendidikan di Indonesia pada Masa Pergerakan
  5. Dapat mengetahui Kondisi Pendidikan di Indonesia pada Masa Jepang
  6. Dapat mengetahui Kondisi Pendidikan di Indonesia sebelum kemerdekaan
BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Sejarah

     Sejarah dalam arti luas adalah catatan tentang apa yang diucapkan, dilakukan, dialami atau dirasakan oleh manusia. Segala peristiwa yang dialami manusia akan dicatat, kapan terjadinya, di mana peristiwa terjadi serta siapa pelakunya merupakan unsure penting dalam sejarah.
     Dalam perkembangan sejarah manusia, waktu dan tempat memiliki arti sangat penting. Sebab dalam menyusun sejarah kita harus tahu siapa pelakunya, kapan dan di mana peristiwanya.

2. Kondisi Pendidikan di Indonesia sebelum Masa Kolonial

     Kondisi pendidikan di Indonesia sebelum masa kolonial dapat diklasifikasi sebagai berikut:
1. Sejarah Pendidikan Indonesia pada Zaman Hindu-Budha
     Awal mula sejarah pendidikan Indonesia zaman Hindu-Budha ditandai dengan masuknya kebudayaan Hindu di beberapa daerah di pulau Jawa menjadi titik awal zaman sejarah tulis menulis di Indonesia. Tulisan dengan huruf Pallawa yang berisi sastra, agama, sejarah, etika menjadi sumber pendidikan golongan raja-raja dan bangsawan. Pendidikan mengharuskan anak-anak, pemuda dan orang dewasa mempelajari huruf Pallawa. Zaman pemerintahan Erlangga (990-1049) banyak buku-buku bahasa, sastra, hukum, filsafat diterjemahkan ke bahasa Jawa kuno (Kawi) sehingga lahirlah guru-guru profesional pada zamannya. Seorang guru profesional harus lahir dari kasta Brahmana sedang muridnya bisa terdiri dari kasta Brahmana sendiri sandar 2 kasta di bawahnya, sebab kasta sudra tidak diperkenankan menjadi murid.
     56 Puncak pendidikan Budha di Indonesia dicapai pada zaman Sriwijaya. Guru terkenal pada zaman Sriwijaya ialah Darmapala dari Nalanda. Tahun 685, I Tsing (seorang Budhis Cina) yang pulang dari India singgah di Sriwijaya menerjemahkan 100 buku agama Budha ke dalam bahasa Cina. Bermula dari hal ini, agama Budha banyak dipelajari orang-orang sehingga akhirnya Budha berkembang di pulau Jawa.
2. Sejarah Pendidikan pada Zaman Kerajaan Islam
     Asal mula pendidikan Indonesia zaman kerajaan Islam dimulai pada abad ke-13 Islam masuk ke Indonesia. Kerajaan Islam pertama di Jawa ialah Demak, di Aceh Samudra Pasai, di Sulawesi kerajaan Goa dengan Raja Goa Alaudin dan di daerah Maluku Kesultanan Ternate. Dari kerajaan-kerajaan itulah menjadi pusat penyebaran agama Islam sehingga Islam tersebar ke seluruh nusantara. Bermula dari penyebaran Islam di dalamnya inklusif pendidikan bercorak Islam tradisional dikembangkan. Sebagai pusat perkembangan Islam, para kiai mendirikan pondok pesantren. Dalam pondok pesantren itu para kiai hidup bersama santri memperdalam agama Islam.
     Penyelenggaraan pendidikan agama Islam masih bersifat perorangan. Para kiai membina umat Islam di daerahnya masing-masing dengan mendirikan pondok pesantren. Terkenallah peran Walisanga di Jawa, para syeh Minangkabau dan pada akhirnya berdiri kesultanan-kesultanan sebagai pusat pemerintahan dan pusat penyebaran Islam.
     Tujuan pendidikan Islam pada zaman itu adalah mengabdi sepenuhnya kepada Allah sesuai dengan  tuntunan rasul Muhammad SAW ( Al Qur’an dan Sunah). Materi pendidikan yang diberikan para kiai adalah keimanan, ketaqwaan, dan akhlaq. Untuk memperdalam ilmu tauhid diberikan juga Arkanul Iman.
     Untuk mencapai tujuan pendidikan pada zaman kerajaan Islam diberikan program belajar yang meliputi:
  1. Membaca Al Qur’an;
  2. Ibadat (berwudlu, shalat);
  3. Keimanan;
  4. Akhlaq.
     Cara belajar pada zaman kerajaan Islam adalah dengan model sorogan dan klasikal.  Model sorogan atau individual dilakukan dengan anak santri duduk bersila berhadapan dengan guru gaji untuk membaca Al Qur’an, secara bergantian satu persatu sesuai dengan kemajuannya masing-masing. Demikian pula dalam hal belajar berwudlu, salat seorang santri dibimbing langsung oleh guru. Pendidikan akhlaq diberikan secara klasikal, guru bercerita tentang tarikh nabi, Sabat nabi, sifat-sifat terpuji atau yang tercela dengan materi para tokoh pada zamannya. Lama belajar tidak ditentukan, sangat bergantung pada kemampuan, kerajinan dan kemauan anak. Karena itu belajar tidak dipungut biaya. Hal ini berlangsung sampai masuknya kebudayaan barat.

3. Kondisi Pendidikan di Indonesia pada Masa Kolonial

     Kondisi pendidikan di Indonesia pada masa kolonial dimulai pada tahun  1596, di bawah pimpinan Cornelis Ed Houtman, Belanda pertama kalinya datang ke Indonesia. Misi kedatangannya adalah berdagang. Dengan menyusuri pantai Jawa, Belanda akhirnya mencapai daerah Timur (Ambon dan sekitarnya). Mereka kembali dengan membawa rempah-rempah yang cukup banyak. Sejak saat itu pedagang Belanda yang datang ke Indonesia semakin ramai. Untuk menghindari persaingan, tahun 1602 Belanda mendirikan VOC (Persatuan Dagang Hindia Timur). Dengan dalih perdagangan inilah, VOC terus memperkuat perdagangannya. Lewat politik yang dilakukannya dengan raja-raja Jawa, VOC sebagai kepanjangan tangan Belanda akhirnya menjadikan Indonesia sebagai daerah jajahan (koloni).
     Untuk lebih memperkuat kedudukan, Belanda mendirikan sekolah-sekolah bagi anak-anak Indonesia. Sekolah ini bertujuan menghasilkan pegawai-pegawai rendahan baik untuk pegawai negeri maupun pegawai swasta. Pembukaan sekolah itu didorong oleh kebutuhan praktis berkaitan dengan pekerjaan di berbagai bidang dan kejuruan. Secara umum kecenderungan penyelenggaraan pendidikan kolonial adalah sebagai berikut:
  1. Membiarkan terselenggaranya pendidikan Islam tradisional serta membantu mendirikan beberapa madrasah Islamiah di Nusantara misalnya: Melanjutkan sistem lama dalam bentuk pengajian Al-qur’an dan Kitab Kuning.
  2. Mendirikan pondok pesantren modern misalnya di Jombang Ponpes Tebuireng, di Ponorogo Ponpes Gontor.
  3. Mendirikan sekolah agama atau madrasah misalnya madrasah adabiah di Aceh, Madrasah maktab Islamiah di Tapanuli medan.
  4. Mendirikan sekolah Zending (misionaris) yang bertujuan menyebarkan agama Kristen untuk orang-orang Belanda dan buni putra. Beberapa sekolah yang didirikan Belanda misalnya:
  • 1607 mendirikan sekolah di Ambon dengan bahasa Melayu dan Belanda.
  • 1622 mendirikan sekolah di Kepulauan Banda lengkap dengan asrama.
  • 1630 mendirikan sekolah Warga Masyarakat di Jakarta untuk tingkat sekolah dasar yang mendidik budi pekerti.
  • 16422 mendirikan sekolah latin (tingkat SMP) di Jakarta.
  • 1745 mendirikan Seminari Theologika untuk mendidik calon pendeta.
  • 1817 mendirikan sekolah dasar Eropa, untuk penduduk Eropa (semua orang Belanda, semua orang yang asalnya dari Eropa, semua orang Jepang). Sekolah dasar ini terus berkembang, pada tahun 1902 menjadi 173 buah.
  • 1860 mendirikan Gymnasium  (sekolah lanjutan) Willem III, merupakan sekolah lanjutan tingkat pertama untuk orang Eropa di Batavia.
  • 1848 atas keputusan Raja mendirikan 20 sekolah dasar Bumiputera di setiap Karesidenan Jawa.
  • 1892 sekolah dasar dibagti menjadi dua kategori, yaitu: sekolah dasar Kelas Pertama ( de schoolen der eerste klasse) untuk golongan Bumiputera (bangsawan & penduduk yang kaya) dan sekolah dasar Kelas Dua (de schoolen der tweede klasse) untuk Bumiputera umum.
  • 1856 mendirikan sekolah guru (kweeksschool) di Surakarta, 1874 di Ambon, 1875 di Probolinggo, 1875 di Banjarmasin, 1876 di Makassar, 1879 di Padang Sidempuan.k.      1851 mendirikan sekolah dokter Jawa dengan lama pendidikan 2 tahun setelah sekolah rakyat 5 tahun.Dari sekolah-sekolah yang didirikan Belanda dapat dilihat beberapa ciri khas, antara lain:
  1. Dualistik diskriminatif, yaitu untuk membedakan pendidikan untuk orang Eropa dan Bumiputera.
  2. Sentralistik yaitu pemerintah kolonial Belanda memiliki hak mengatur pendidikan di daerah koloninya.
  3. Tujuannya untuk dapat menghasilkan tamatan yang menjadi warga negara Belanda kelas dua.

4. Kondisi Pendidikan di Indonesia pada Masa Pergerakan

     Kondisi pendidikan di Indonesia pada masa pergerakan ditandai dengan lahirnya pergerakan nasional karena penderitaan rakyat. Bangsa Indonesia tertinggal di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Sebagian rakyat buta huruf, karena tidak semua orang bisa masuk sekolah. Dalam keadaan seperti itu, golongan pelajar yang mendapat kesempatan masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi saat itu tampil untuk mempelopori dan memimpin pergerakan nasional. Termasuk pendiri Taman Siswa, Raden Mas  Soewardi Soeryaningrat atau yang biasa dikenal dengan Ki Hajar Dewantara.
     Taman Siswa berdiri pada 3 Juli 1922. Taman Siswa merupakan badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat melalui pendidikan untuk mencapai tujuan perjuangan, yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang merdeka lahir dan batinnya.
     Pendidikan Taman Siswa dilaksanakan berdasarkan Sistem Tutwuri Handayani (jika di belakang memberi dorongan), di manasistem ini berorientasi pendidikan pada anak didik. Artinya pelaksanaan pendidikan lebih didasarkan pada minat dan potensi apa yang perlu dikembangkan pada anak didik. Dalam sistem ini berlaku sistem kekeluargaan, yang artinya diharuskan bagi setiap pendidik untuk meluangkan waktu 24 jam setiap harinya untuk memberikan pelayanan kepada anak didik, sebagaimana orang tua yang memberikan pelayanan kepada anaknya.
     Untuk mencapai tujuan pendidikannya, Taman Siswa menyelanggarakan kerja sama yang selaras antar tiga pusat pendidikan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan perguruan, dan lingkungan masyarakat. Pusat pendidikan yang satu dengan yang lain hendaknya saling berkoordinasi dan saling mengisi kekurangan yang ada. Penerapan sistem pendidikan seperti ini yang dinamakan Sistem Trisentra Pendidikan atau Sistem Tripusat Pendidikan.
     Pendidikan Taman Siswa berciri khas Pancadarma, yaitu:
  1. Kodrat Alam (memperhatikan sunatullah)
  2. Kebudayaan (menerapkan teori Trikon; Kontinyu, Konvergen, dan Konsentris)
  3. Kemerdekaan (memperhatikan potensi dan minat maing-masing individu dan kelompok),
  4. Kebangsaan (berorientasi pada keutuhan bangsa dengan berbagai ragam suku),
  5. Kemanusiaan (menjunjung harkat dan martabat setiap orang).

5. Kondisi Pendidikan di Indonesia pada Masa Jepang

     Pendidikan di Indonesia pada zaman jepang disebut “Hakko Ichiu”, yakni mengajak bangsa Indonesia bekerja sama dalam rangka mencapai kemakmuran bersama Asia Raya. Sistem pendidikan di masa pendudukan Jepang sangat dipengaruhi motif untuk mendukung kemenangan militer Jepang dalam peperangan Pasifik.
     Jepang menerapkan beberapa kebijakan terkait pendidikan yang memiliki implikasi luas terutama bagi sistem pendidikan di era kemerdekaan. Hal-hal tersebut antara lain:
  1. Dijadikannya Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi pengantar pendidikan menggantikan Bahasa Belanda
  2. Adanya integrasi sistem pendidikan dengan dihapuskannya sistem pendidikan berdasarkan kelas sosial di era penjajahan Belanda.
     Adapun susunan pengajaran menjadi, pertama, Sekolah Rakyat enam tahun (termasuk sekolah pertama). Kedua, sekolah menengah tiga tahun. Ketiga, sekolah menengah tinggi tiga tahun (SMA pada zaman Jepang)
     Tujuan pendidikan pada zaman Jepang tidak hanya memenangkan peperangan. Secara konkret tujuan yang ingin dicapai Jepang adalah menyediakan tenaga cuma-cuma (rumosha) dan prajurit-prajurit yang membantu peperangan bagi kepentingan Jepang. Oleh karena itu, para pelajar diharuskan mengikuti latihan fisik, kemiliteran dan indoktrinasi ketat. Sekolah-sekolah yang bertipe akademis diganti dengan sekolah-sekolah yang bertipe vokasi. Jepang juga melarang pihak swasta mendirikan sekolah lanjutan dan untuk kepentingan kontrol.Kebijakan ini menyebabkan terjadinya kemunduran yang luar biasa bagi dunia pendidikan dilihat dari aspek kelembagaan dan operasonalisasi pendidikan lainnya
     Pada masa kependudukannya,  Jepang tidak begitu menghiraukan kepentingan agama, yang penting bagi mereka adalah keperluan untuk memenangkan perang. Ada satu hal istimewa dalam pendidikan jepang sebagaimana telah dikemukakan, yaitu sekolah-sekolah telah diseragamkan dan dinegerikan meskipun sekolah-sekolah swasta lain diizinkan terus berkembang dengan pengaturan dan diselenggarakan oleh pendudukan Jepang.
     Sementara itu perkembangan pendidikan Islam pada masa ini berkembang dengan pesat. Pendidikan Islam mencoba memadukan antara pendidikan modern Belanda dengan pendidikan tradisional sehingga melahirkan madrasah-madarasah berkelas yang tidak hanya memberikan pengetahuan agama saja akan tetapi juga memberikan pengetahuan umum.
     Untuk mempercepat usaha Jepang dalam mencapai tujuan mereka, segala cara ditempuh dalam segala segi kehidupan. Salah satunya dengan mengubah sistem pendidikan. Oleh sebab itu, Jepang menguasai kurikulum baru, yang berlaku secara umum untuk semua sekolah. Dalam kurikulum ini bahasa Indonesia menjadi pelajaran utama, bahasa Jepang menjadi pelajaran wajib. Para pelajar harus mempelajari adat istiadat Jepang, taiso, melagukan lagu Jepang, melakukan penghormatan (selkerei) ke arah istana kaisar Tokyo. Guru-guru juga harus dilatih agar dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan Jepang. Selain itu, diberikan pelajaran tentang dasar-dasar pertahanan dan kemiliteran.
     Walaupun demikian, ada beberapa segi positif  sistem pendidikan pada zaman penjajahan Jepang bagi rakyat Indonesia, yaitu:
  1. Jepang memberikan pendidikan militer kepada para pemuda Indonesia.
  2. Menghapus dualisme pendidikan penjajahan belanda dan nenggantinya dengan dengan pendidikan yang sama bagi setiap orang.
  3. Pemakaian bahasa Indonesia secara luas diinstruksikan oleh penjajah Jepang.

6. Kondisi Pendidikan di Indonesia sebelum kemerdekaan

     Pendidikan di Indonesia sebelum kemerdekaan dapat digolongkan ke dalam tiga periode, yaitu:Pendidikan yang berlandaskan ajaran keagamaan, Pendidikan yang berlandaskan kepentingan penjajahan, dan Pendidikan dalam rangka perjuangan kemerdekaan
Pendidikan yang berlandaskan ajaran keagamaan meliputi:
1. Pendidikan Hindu-Budha.
     Pendidikan pada zaman keemasan Hindu-Budha yang berlangsung antara abad ke-14 hingga abad ke-16 masehi. Pada periode awal berkembangnya agama Hindu-Budha di nusantara, sistem pendidikan sepenuhnya bermuatan keagamaan yang dilaksanakan di biara-biara atau pedepokan. Pada perkembangan selanjutnya, muatan pendidikan bukan hanya berupa ajaran keagamaan, melainkan ilmu pengetahuan yang meliputi sastra, bahasa, filsafat, ilmu pengetahuan, tata negara, dan hukum. Kerajaan-kerajaan hindu di tanah jawa banyak melahirkan empu dan pujangga besar yang melahirkan karya-karya seni yang bermutu tinggi. Pada masa, itu pendidikan mulai tingkat dasar hingga tingkat tinggi dikendalikan oleh para pemuka agama. Pendidikan bercorak Hindu-Budha semakin pudar dengan jatuhnya kerajaan Majapahit pada awal abad ke 16, dan pendidikan dengan corak Islam dalam kerajaan-kerajaan Islam datang menggantikannya.
2. Pendidikan Islam
     Pendidikan berlandaskan ajarna Islam dimulai sejak datangnya para saudagar asal Gujarat India ke Nusantara pada abad ke-13. Kehadiran mereka mula-mula terjalin melalui kontak teratur dengan para pedagang asal Sumatra dan Jawa. Ajaran islam mula-mula berkembang di kawasan pesisir, sementara di pedalaman agama Hindu masih kuat. Didapati pendidikan agama Islam di masa prakolonial dalam bentuk pendidikan di surau atau langgar, pendidikan di pesantren, dan pendidikan di madrasah.
3. Pendidikan Katolik dan Kristen-Protestan
     Pendidikan Katolik berkembang mulai abad ke-16 melalui orang-orang Portugis yang menguasai malaka. Dalam usahanya mencari rempah-rempah untuk dijual di Eropa, mereka menyusuri pulau-pulau Ternate, Tidore, Ambon, dan Bacan. Dalam pelayarannya itu, mereka selau disertai misionaris Katolik-Roma yang berperan ganda sebagai penasihat spiritual dalam perjalanan yang jauh dan penyebar agama di tanah yang didatanginya. Kemudian Belanda menyebarkan agama Kristen-Protestan dan mengembangkan sistem pendidikannya sendiri yang bercorak Kristen-Protestan.
4. Pendidikan pada zaman VOC
     Sebagaimana bangsa Portugis sebelumnya, kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia pada abad ke -16 mula-mula untuk tujuan dagang dengan mencari rempah-rempah dengan mendirikan VOC. Misi dagang tersebut kemusian diikkuti oleh misi penyebaran agama terutama dilakukan dengan mendirikan sekolah-sekolah yang dilengkapi asrama untuk para siswa. Di sana diajarkan agama Kristen-Protestan dengan bahasa pengantar bahasa Belanda, dan sebagian menggunakan bahasa Melayu. Pada awal abad ke-16, VOC mendirikan sekolah di pulau-pulau Ambon, Banda, Lontar, dan Sangihe-Talaud. Pada periode berikutnya, didirikan pula sekolah-sekolah dengan jenis dan tujuan yang lebih beragam. Pendirian sekolah-sekolah tersebut terutama diarahkan untuk kepentingan mendukung misi VOC di Nusantara
5. Pendidikan pada zaman kolonila Belanda
     Pudarnya VOC pada akhir abad ke-18 menandai masa datangnya zaman kolonial Belanda. Sistem pendidikan diubah dengan menarik garis pemisah antara sekolah Eropa dan sekolah Bumiputera. Sekolah Eropa diperuntukkan bagi anak-anak Belanda dan anak-anak orang Eropa di Indonesia, sedangkan sekolah-sekolah bumiputera tingkatan dan prestisenya lebih rendah diperuntukkan bagi anak-anak bumiputra yang terpilih. Mulai akhir abad ke-19 dan hingga dasawarsa awal abad ke-20, lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia sangat beragam, meliputi sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah raja, sekolah petukangan, sekolah kejuruan, sekolah-sekolah khusus untuk perempuan Eropa dan pribumi, sekolah dokter, perguruan tinggi hukum, dan perguruan tinggi teknik. Untuk mengimbangi pendidikan Belanda, pada periode ini berdiri pula lembaga-lembaga pendidikan bercorak keagamaan dan kebangsaan oleh Muhamadiyah, taman siswa, INS kayutaman, Ma’arif dan perguruan Islam lainnya.
6. Pendidikan pada masa pendudukan Jepang
     Meskipun singkat, berlangsung pada tahun 1942-1945, masa pendudukan Jepang memberikan corak yang berarti pada pendidikan di Indonesia. Tidak lama setelah berkuasa, Jepang segera menghapus sistem pendidikan warisan Belanda yang didasarkan atas penggolongan menurut bangsa dan status sosialnya. Tingkat sekolah terendah adalah Sekolah Rakyat(SR) , yang terbuka untuk semua golongnan masyarakat tanpa membedakan status sosial dan asal-usulnya. Kelanjutannya adalah Sekolah Menengah Pertama(SMP) selama tiga tahun, kemudian Sekolah Menengah Tinggi(SMT) selama tiga tahun. Sekolah kejuruan juga dikembangkan, yaitu Sekolah Pertukangan, Sekolah Menengah Teknik Menengah, Sekolah Pelayaran, dan Sekolah Pelayaran Tinggi. Sekolah Hukum dan MOSVIA yang didirikan oleh Belanda dihapuskan. Di tingkat pendidikan tinggi, pemerintah pendudukan Jepang didirikan Sekolah Tinggi Kedokteran(Ika Dai Gakko)di Jakarta dan Sekolah Tinggi Teknik di Bandung.
     Perubahan lain yang sangat berarti bagi Indonesia di kemudian hari ialah bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar pertama di sekolah-sekolah dan kantor-kantor pemerintahan, dan bahasa pengantar kedua adalah bahasa Jepang. Sejak saat itu, bahasa Indonesia berkembang pesat sebagai bahasa pengantar dan bahasa komunikasi ilmiah. Tujuan pendidikan pada zaman Jepang diarahkan untuk mendukung pendudukan Jepang dengan menyediakan tenaga kerja kasar secara cuma-Cuma yang dikenal dengan romusha.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
     Dengan mengetahui keadaan pendidikan sebelum kemerdekaan kita dapat membedakan sistem pendidikan pada zaman hindu-budha, zaman kerajaan islam, masa kolonial, masa pergerakan dan masa pendudukan jepang. Kita dapat menjadikan sejarah pendidikan di Indonesia sebagai suatu bahan pembelajaran untuk masa depan yang lebih baik dari sebelumnya. Selain itu juga sebagai pengalaman yang paling berbekas untuk membentuk kepribadian setiap individu penuntut ilmu,agar lebih giat belajar mengenai kesalahan-kesalahan bangsa terdahulu. Sehingga  bangsa kita dapat lebih unggul dari bangsa-bangsa lainnya melalui pendidikan. Karena pendidikan merupakan salah satu tolak ukur kemajuan satu bangsa.
2. Saran
     Demikian sejarah pendidikan sebelum kemerdekaan dapat kami uraikan, semoga kiranya berguna dan bermanfaat bagi para pencari ilmu.
Referensi
Koesoema, Doni.  pendidikan Karakter. (PT Grasindo: Jakarta. 2007)
Suryadi, Moh.  Ideologi Politik Pendidikan Kontemporer. (Deepublish: Yogyakarta. 2015)
Moh. Suryadi, Ideologi Politik Pendidikan Kontemporer. (Deepublish: Yogyakarta. 2015) 
Baca Sistem Pendidikan Sebelum Kemerdekaan